Selasa, 04 April 2017

Psikologi Pendidikan Learning (Belajar)

Psikologi Pendidikan
Learning (Belajar)
Disusun Oleh : Maswinda Ainun Mardiah (16-122)
v Defenisi Belajar
Belajar merupakan salah satu dari fungsi psikologi memiliki beberapa defenisi yakni :
·      “Proses mental aktif untuk memperoleh, mengingat dan menggunakan pengetahuan”.
·      “Proses bagi manusia untuk menguasai berbagai kompetensi, keterampilan, dan sikap”.
·      “Perubahan perilaku yang relatif permanen yang dibentuk melalui pengalaman”. Tetapi tidak semua perilaku merupakan hasil belajar. Perubahan perilaku tersebut dapat terjadi karena pengaruh obat-obatan, kelelahan, maturasi, serta luka bukan disebabkan belajar.
Oleh karena itu belajar merupakan proses pada mental yang aktif untuk memperoleh , mengingat dan menggunakan pengetahuan berdasarkan pengalaman sehingga dapat membentuk suatu perilaku.
Pembentukan perilaku  bukan hanya pada pengetahuan dan hal itu bisa menjadi kepribadian.
Kematangan dalam perkembangan juga harus di pelajari yaitu :
v Classical Conditioning : Belajar Asosiasi
·         Tokoh : Ivan Pavlov
·         Memiliki Elemen kunci : Asosiasi 2 stimulus
·         Terdapat 2 hal penting yang berkaitan dengan pembentukan Asosiasi yaitu:

ü Frekuensi
ü Timing
ü Defenisi :  yaitu Suatu bentuk belajar dimana stimulus netral (CS) dipasangkan dengan UCS untuk menghasilkan CR yang identik dengan UCR.
Contoh : Dengan mengasosiasikan Bel dengan Istirahat
§  CS  +  UCS =       UCR
         Bel     istirahat      senang

         CS menghasilkan  CR
         Bel                     senang
§  Sport jantung dihasilkan juga dengan dipelajari
§  Suatu masalah dalam proses belajar dapat diatasi dengan cara belajar juga.
v Terminologi dalam Classical Conditioning
o   Unconditioned Stimulus (UCS)
Merupakan stimulus alamiah yang mendatangkan respon tanpa pengondisian / belajar.
o   Unconditioned Respon (UCR)
Merupakan  perilaku responden (respondent behavior) respon tak bersyarat, yaitu respon yang muncul dengan hadirnya UCS
o   Conditoning Stimulus (CS)
Merupakan stimulus bersyarat, yaitu stimulus yang tidak dapat langsung menimbulkan respon. Agar dapat menimbulkan respon perlu dipasangkan dengan US secara terus-menerus agar menimbulkan respon.
o   Conditoning Respon (CR)
Merupakan  respons bersyarat, yaitu rerspon yang muncul dengan hadirnya CS.
Contohnya : Berperan dalam mendalami Phobia, takut dan sebagainya.
Hasil  belajar Kondisioning Klasikal dapat dihilangkan dengan teknik Counterconditioning.
Contoh :
                    CS              +       UCS  menghasilkan UCR
                    Angkot                       Rampok                       takut

v Operant Conditioning (Belajar Konsekuensi).
o   Defenisi : Belajar dimana konsekuensi dari perilaku mengarahkan pada perubahan probabilitas terjadinya perilaku.
Contoh 1 :
          Respon                           Akibat
Menjawab pertanyaan             Pujian (+)
Maksud dari contoh diatas membuat orang ingin mengulangi lagi dikarenakan respon yang menyenangkan.
o   3 macam konsekuensi yang mempengaruhi perilaku :
§  Penguatan positif (menyenangkan & motivasi )
§  Penguatan negatif (tidak menyenangkan  & motivasi)
§  Hukuman (dalam bentuk menyenangkan )
ü    Penguatan Positif
·        Merupakan konsekuensi yang mengarahkan pada peningkatan probabilitas terjadinya perilaku
·        2 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian penguatan positif :
                             1. timing
                             2. konsistensi pemberian penguat
ü    Penguatan Negatif
·        Definisi :     “ penguat yang berasal dari pemindahan atau penghindaran suatu kejadian negatif sebagai konsekuensi dari perilaku.”
1.     Escape conditioning
2.     Avoidance conditioning
ü    Hukuman
·        Defenisi : “ konsekuensi negatif dari perilaku yang mengarahkan pada penurunan frekuensi perilaku.”
Contoh 2 :
                   Respon                          Akibat
Menjawab PR dengan benar             Dapat bintang
Contoh 3 : Binatang sirkus pandai bermain dikarenakan Operant Conditioning.
Contoh 4 :Ijazah merupakan sebuah penguatan dari hasil belajar kita disekolah.

v  Schedules of Positive Reinforcement
o   Fixed Ratio
Reinforcement diberikan setelah jumlah respon yang dilakukan dan sudah diketahui oleh individu dan jumlahnya tetap.
Contoh : Salesman menjual 5 Produk akan mendapatkan insentif.
o   Variabel Ratio
Reinforcement diberikan jumlahnya tidak tetap dan individu tidak mengetahuinya. Terkadang seperti berurutan 3,4,5.
Contoh : Orang yang berjualan , terkadang satu hari mendapat Rp.20.000,- dan hari berikutnya mendapatkan Rp. 100.000,-.
          Bermain dadu untuk menetukan angka 6 terkadang 3 kali tidak dapat, setelah dicoba 7 kali akhirnya dapat.
o    Fixed Ratio
Reinforcement diberikan berdasarkan waktu  yang sifatnya sudah diketahui individu dan tetap.
Contohnya : setiap tanggal 15 karyawan menerima gaji.
o   Variabel Interval
Reinforcement yang diberikan individu tidak menegtahuinya ia mendapatkan reforcement tersebut dan waktunya juga tidak tetap.
v  Pendekatan Kognitif
o   Defenisi belajar : “Proses mental aktif untuk memperoleh, mengingat dan menggunakan pengetahuan.”
o   Outcome : pengetahuan dan mengetahui
o   Element paling penting dalam proses belajar : “pengetahuan”.
v Perbandingan Pendekatan Kognitif dan Perilaku dalam Belajar
o   . Menurut Kognitif, yang dipelajari adalah pengetahuan; perubahan pada pengetahuan mengubah perilaku
Menurut Perilaku, perilaku lah yang dipelajari
o   . Keduanya meyakini bahwa penguat/reinforcement merupakan hal penting dalam belajar
Menurut pendekatan Perilaku, reinforcement menguatkan respon.
Menurut pendekatan Kognitif, reinforcement merupakan sumber pengetahuan yang menyediakan umpan balik mengenai hal yang mungkin terjadi bila perilaku diulang atau diubah.
o   Dalam pendekatan Perilaku, individu bersifat pasif dipengaruhi oleh lingkungan.
Dalam pendekatan Kognitif, individu aktif memilih, mempraktekkan, memberi perhatian, mengabaikan, merefleksikan dan mengambil keputusan lainnya.





Selasa, 21 Maret 2017

Psikologi dan Tahapan Perkembangan Pendidikan

TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

postingan ini merupakan bagian dari tugas kelompok psikologi pendidikan

Di susun oleh

Kelompok 6

Anggota :

Maswinda Ainun Mardiah (16-122)

TAHAP & PEREKEMBANGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
           
 Perkembangan individu murid, siswa, dan mahasiswa (peserta didik), ditunjukkan bagaimana perkembangan anak-anak, remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang secarafisik, psikis dari fase ke fase seperti dalam hal pertumbuhanfisik, kognitif, afektif, sosial, psikomotor, moral. Proses pengajaran dan pembelajaran tidak akan bisa berjalan efektif dan efisien apabila seorang pendidik tidak memahami perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Untuk itu pendidik memerlukan pengetahuan tentang perkembangan individu peserta didik.

1. Perkembangan pada masa kanak-kanak (early childdhood) yaitu usia 2-6 tahun
     
       Krisis yang terjadi adalah inisiatif vs rasa bersalah (initiative vs guilt). Secara deskriptif, anak-anak menunjukkan kemampuan dan keterampilan motorik dan menjadi lebih tertarik dalam interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka belajar mencapai keseimbangan antara hasrat kebebasan dan tanggung jawab, belajar mengontrol impuls-impuls dan fantasi kekanak-kanakan. Jika orang tua memberi harapan,tetapi konsisten dalam disiplin, maka anak akan belajaar menerima kesalahan, dan tidak dihimggapi perasaan-negatif, seperti perasaan malu secara berlebihan. Sebaliknya, jika orang tua kurang memahami anak, maka akan berkembangan perasaan bersalah dan kurang percaya diri yang berujung pada kesalahan indepedensi. 


Mempunyai ciri-ciri:
·       
           Negatif
  • ·         Masa Bermain:
    Anak usia dini merupakan masa bermain sehingga banyak permainan yaang bersifat edukatif . Biasanya pada anak Tk, karena TK merupakan masa bermain untuk meningkatkan dasar kepribadian .   Tetapi terkadang orang tua ingin anaknya pintar pada masa usia dini, sehingga hilangnya waktu bermain serta, masih banyak yang salah kaprah dalam menanggapinya. 

 Masa bermain terdiri atas :


       -uncopic
       -onlooker behaviour

       -solitary depentent play
-parallel day

-associative play
-coorperative play


·         Masa Eksplorasi

Pada masa ini rasa keingintahuan  (rasa penasaran anak menjadi tinggi) Anak akan berusaha mencari tahu jawaban dari rasa penasarannya . Sebagai orang tua ketika kita ingin menjawab rasa keingintahuan anak harus sesuai dengan pemahaman anak pada usia tersebut, serta jawaban yang diberikan tidak mengada-ngada (ngawur). Alternatif lainnya  yaitu : dapat dibawa bertamasya untuk meningkatkan eksplorasi anak tersebut.

·         Masa Meniru

Pada masa ini Terdapat sisi baik dan buruknya  . Di dalam fase meniru ini dapat meningkatkan kosa kata dan perilaku anak tersebut. Dengan  memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari oleh orang disekitarnya terutama keluarga akan meniombulkan efek yang baik bagi anak tersebut.

·         Tahap Perkembangan Kognitif (Piaget):

-Periode Pra-operasional

-Menggunakan simbol-simbol, seperti refleksi mental, kata-kata, dan  penampilan fisik     

  terhadap lingkungannya (objek dan peristiwa-peristiwa).

-Kemampuan berbahasa lebih meningkat.


-Transisi dari tahap intuitif ke tahap operasi konkret ditandai oleh pencapaian satu atau
  lebih konservasi(konservasi berarti bahwa aspek-aspek kuantitatif dari objek tidak  

  berubah kecuali kalau sesuatu ditambahkan atau dikurangkan daripadanya, meskipun 
  terjadi perubahan-perubahan dalam penampilannya.


-Berpikir dipandu oleh aturan-aturan logika lebih mmepercayai operasi-operasi.

-Cara berpikir bersifat egosentris

-Penalaran didominasi oleh Persepsi

-Pemecahan masalah lebih intuitif daripada logis.

·         Tingkat Perkembangan Moral (Kohlberg): Prakonvensional


      -Tahap 1:  Orientasi Hukuman

      -Tahap 2: Orientasi Ganjaran

2. Masa Kanak-kanak Akhir (elementary and middle school years) yaitu usia 6-12 tahun

            Krisi yang terjadi adalah kompetensi vs. Rendah diri (competence vs inferiority). Secara deskriptif, sekolah atau belajar adalah peristiwa penting. Anak belajar membuat keputusan, memperoleh keterampilan-keterampilan untuk bidang-bidang pendidikan dan pekerjaan tertentu, serta pengembangan potensi dasar.  Anak-anak , menunjukkan suatu era trasnsisi antara keluarga dengan teman sebaya. Jika anak-anak memperoleh ransangan intelektual yang memaadai, maka mereka menjadi lebih produktif, dan sukses dalam mengembangkan potensinya. Sebaliknya, jika tidak memperoleh kepuasaan, maka mereka akan menunjukkan sikap rendah diri.

Mempunyai ciri-ciri:

·         Periode Operasional Konkret
·         Pengaruh teman sebaya mulai dominan
·         Tahap Perkembangan Kognitif (Piaget):

      - Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian
-Operasional Konkret

-Berpikir secara konkret
      - Mampu mengklasifikasi jumlah dan berat
-Mampu mengatur secara serial

-Memahami konsep bilangan.

-Berkembangan azas dalam berpikir

-Mampu berkonservasi

-Logika penggolongan dan relasi

·         Tingkat Perkembangan Moral Konvensional

      Tahap 3: Orientasi ”good boys/girls”

      Tahap 4: Orientasi Otoritas tokoh yang disegani


3. Masa Remaja (Adolescense) yaitu usia 12-18 tahun

            Krisis yang terjadi ialah identitas vs kebingunan peran (identity vs role confusion). Secara deskriptif, remaja  berfokus pada pertanyaan ”siapa saya”. Untuk sukses menjawab pertanyaan ini, Erickson menyatakan remaja mesti bebas dari rasa konflik dalam berbagai hal, adanya peluang untuk mengembangkan kepercayaan diri, independensi, kompetensi, dan kontrol diri. Jika remaja bebas atau sukses dalam mengatasi konflik yang mungkin terjadi, maka mereka akan sukses dalam tahap ini dan memperoleh identitas diri yang kukuh, dan siap membuat perencanaaan untuk masa depannya. Sebaliknya, jika gagal mengatasi konflik dan  identitas diri, maka remaja akan tenggelam dalam kebingunan, tidak mampu membuat pilihan dan keputusan, khususnya tentang pekerjaan, orientasi seksual, dan peran  kehidupan secara keseluruhan.

Mempunyai ciri-ciri:
·         Perkembangan Fisik: Mengarah ke bentuk badan orang dewasa
·         Perkembangan Seksual: Mulai aktifnya hormon seksual
·         Perkembangan Heteroseksual:  Mulai tertarik dengan lawan jenis
·         Perkembangan Emosional: Emosional tak stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-

      ledak.
·         Perkembangan Kognitif:
      -Generalisasi pemikiran yang lengkap

      -Berpikir proposional
      -Kemampuan memecahkan masalah abstrak dan hipotesis
      -Berkembangannya idealisme yang kuat
      -Berpikir kombinasional
      -Berpikir secara sistematis
      -Mampu berpikir abstrak
      -Mampu memecahkan masalah belajar yang bersifat abstrak secara sistematis dan 

        generalis
      -Dapat menerapkan pernyataan-pernyataan verbal dan logis


·         Pola berpikir cenderung egosentris
·         Perkembangan Moral : Kebanyakan tingkat konvensional
    
      Tahap 5: Orientasi tingkat sosial
      Tahap 6: Orientasi asas etis
     


           


Selasa, 07 Maret 2017

Psikologi pendidikan. Perencanaan, Instruksi dan Teknologi

Perencanaan, Instruksi dan Teknologi
Hai sesama teman seperjuangan kali ini saya akan menampilkan postingan blog tentang terkaitmata kuliah pendidikan, oleh sebab itu silahkan diliat dan semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

Presentasi Power Point tugas kelompok 6 psikologi pendidikan
Perencanaan, Instruksi dan Teknologi

DI
S
U
S
U
N
OLEH : kelompok 6
Dengan Nama Anggota :
Semoga bermanfaat bagi Teman -Teman sekalian :)

Senin, 05 Desember 2016

Pandangan psikologi

Hallo Reader .....
kali ini saya akan memposting tentang sudut pandang Psikologi yang pernah saya dan teman-teman kelompok dalam  psikologi umum    materi yang akan saya posting tentang  pendekatan psikologi melalui referensi buku Pengantar Psikologi  Robert S feldman edisi 10
oke selanjutnya  kita  lihat ya  beberapa sudut pandang utama psikologi..
cekidott >_<

Perspektif Utama dalam Psikologi

a)      Perspektif Biologis :
           
Berfokus pada cara berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran seseorang. Pada dasarnya semua peristiwa Psikologi berkaitan dengan aktifitas otak dan sistem saraf.Memperhatikan bagaimana sel saraf individu bersatu, bagaimana warisan karakteristik tertentu dari orang tua dan nenek moyang mempengaruhi perilaku, dan bagaimana fungsi tubuh mempengaruhi rasa takut dan harapan seseorang.Lebih jauh lagi, kemajuan dalam metode ini meneliti anatamo dan pemfungsian otak yang memperluas pengaruh sudut pandang ini ke bagian ilmu saraf.Lebih lengkapnya pendekatan ini menelurusi bagian otak yang berpengaruh dengan bagian tubuh lainnya dan menghasilkan sebuah respon psikologis dan prilaku.

b)     Perspektif Psikodinamika ;

Menguraikan dinamika ketidak sadaran seseorang seperti dorongan dalam diri, konflik, dan energi insting.Dalam pendekatan ini di percaya, Perilaku di motivasi oleh kekuatan dalam diri yang tidak kita sadari dan tidak dapat di kontrol.Sudut pandang ini terkait dengan Sigmud Freud pelopor aliran Psikoanalisis.Banyak yang berpendapat bahwa sebenarnya pendekatan ini lebih cocok masuk dalam golongan filsafat atau sastra, bukannya psikologi akademik. Namun, banyak juga psikoterapis, novelis, bahkan orang awam yang tertarik dengan pendekatan psikodinamika yang banyak berfokus pada masalah masalah psikologis besar seperti hubungan antara dua jenis kelamin, kekuatan seksualitas, ketakutan terhadap kematian dimana konflik dari masalah masalah itu terjadi di dalam diri kita, bahkan di dalam kesadaran yang tidak dapat di kontrol secara langsung.












c)      Perspektif Behavioral ;

Pendekatan Psikologi yang menekankan bagaimana keadaan lingkungan dan pengalaman mempengaruhi perliaku manusia bahkan hewan, dan bagaimana sebaliknya.Dan aliran ini tela membantu perjalanan psikologi selama separuh pertama abad ini.dimana mereka memilih berpegang teguh pada hal yang dapat di observasi secara langsung, yakni seperti tindakan dan peristiwa yang hanya muncul dalam lingkungan tertentu. Kesimpulannya pendekatan ini lebih mempelajari individu dari perlakunya ketimbang dari pada otak dan sistem sarafnya. Prinsip prinsip pendekatan ini juga telah di terapkan secara luas  untuk membantu seseorang mengubah perilakunya ke arah yag lebih baik melalui lingkungannya. Dan bagaimana seseorang melakukan sesuatu karena dorongan kondisi bukan karena motivasi yang mendalam.


d)     Perspektif Kognitif ;

menekankan hal yang berlangsung di dalam fikiran seseorang. Bagimana cara seseorang berfikir, mengingat, memahami, memecahkan masalah, menjelaskan sesuatu, memperoleh standar, moral, dan membentuk keyakinan. Pendekatan ini menjelaskan bagaimana pemahaman, pola fikir dan pengatahuan seseorang mempengaruhi tindakan, perasaan dan pilihan hidup mereka.sehingga pendekatan ini berfokus pada bagaimana cara manusia berfikir.pandangan koknitif memegang kepercayaan bahwa fikiran manusia adalah sistem yag aktif dan sadar. Berlawanan dengan pemahaman behavioralistik yang menggambarkan perilaku dari lingkungan dan berlawanan pula dengan pemahaman psikodinamika yang percaya perilaku manusia di kendalikan naluri yang tidak terkontrol.dalam pandangan kognitif proses mental individu merupakan perilaku yang terkendali oleh ingatan, persepsi, citra dan berfikir.


e)      Perspektif Humanistik ;

sudut pandang ini percaya bahwasanya masing maisng dari kita memiliki kapasitas untuk dmencari dan mencapai potensi penuh mereka.dimana manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan hidup mereka dan menghindari manipulasi dari lingkungannya. Mereka menekankan dari pada di dorong oleh ketidaksadaran di dalam diri, atau oleh faktor eksternal, manusia dapat memilih hidupnya dengan nilai nilai kemanusiaan yang lebih tinggi, seperti altruisme atau kepedulian terhadap diri sendiri dan kesejahteraan orang lain dan kehendak atas kebebasan. 

Minggu, 04 Desember 2016

black hole parody

Hai readerss,,,,


readers pasti tahu dong apa itu black hole ??

seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini 


Kembali lagi nih dengan postingan yang baru dan agak sedikit motivasi, kemarin saya melihat video bagaimana seseorang mengambil jalan instan untuk mencapai kesuksesan , tapi pada akhirnya ia terkena masalah akibat cara yang ditempuhnya  itu ..
Nah dalam video yang berjudul black hole ini, kita akan disajikan bagaimana akibat dari mencapai dengan cara instan dengan kocak , tetapi bermanfaat diambil hikmahnya juga guys.....

Karena dalam video yang berdurasi 3:04 menit tersebut menceritakan


 seorang karyawan yang jenuh dengan pekerjaannya, ketika iya sedang bekerja menggunakan mesin fotokopi, ia membuat kesalahan pada secarik kertas  sehingga berbentuk hitam bulat seperti titik yang besar yang ada di luar angkasa atau dapat disebut dengan( black hole).



Penasarankan readerss ayo tonton videonya pasti bisa bikin mood kalian jadi bagus dan gak ngebosenin, buat seru seruan juga bisa kok




Selanjutnya langsung ajah ya kita lihat....:)


psikologi pendidikan Pendagogi dan Andagogi

Psikologi Pendidikan Pendagogi dan Andagogi A.   Pengertian Pendagogi Dan Andagogi  Pendagogi merupakan cara mengajar/belajar dengan ...